Nanga Merakai, 12 Januari – Menjelang akhir tahun ajaran, SMP Negeri 1 Ketungau Tengah menggelar pertemuan penting bersama orang tua dan wali murid siswa kelas IX pada Senin Tanggal 12 Januari 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan langkah dalam mendampingi putra-putri kelas IX menghadapi rangkaian ujian akhir serta persiapan menuju jenjang pendidikan selanjutnya.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ketungau Tengah, Seri Dahlia Rosnita, S.Th, menekankan bahwa keberhasilan siswa bukan hanya hasil kerja keras di sekolah, melainkan buah dari kolaborasi yang kuat antara guru di kelas dan orang tua di rumah.
Poin Utama Pertemuan: Menuju Gerbang Kelulusan
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah memaparkan tiga agenda utama yang menjadi fokus siswa kelas IX dalam beberapa bulan ke depan:
1. Syarat Kelulusan Siswa Sesuai dengan regulasi pendidikan yang berlaku, orang tua diingatkan kembali mengenai kriteria kelulusan, di antaranya:
- Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dari semester 1 hingga 6.
- Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik.
- Mengikuti ujian sekolah yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.
- Memenuhi persentase kehadiran minimal yang telah ditetapkan.
2. Rangkaian Kegiatan Ujian Sekolah memaparkan kalender akademik yang berisi jadwal ujian praktik, ujian sekolah tulis, hingga try-out. Hal ini bertujuan agar orang tua dapat membantu memantau jadwal belajar anak di rumah agar tidak ada agenda yang terlewat.
3. Persiapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Selain fokus pada kelulusan, sekolah juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA). Tes ini sangat krusial bagi siswa yang berencana melanjutkan ke sekolah unggulan atau memerlukan pemetaan minat dan bakat akademik. Sekolah akan memfasilitasi:
- Pendalaman materi pada mata pelajaran esensial.
- Latihan soal (drill) secara intensif.
- Simulasi ujian berbasis komputer untuk melatih mental dan kecepatan siswa.
Pesan untuk Orang Tua
Pihak sekolah mengimbau orang tua untuk menjaga kesehatan fisik dan mental siswa. Dukungan moral dan lingkungan belajar yang kondusif di rumah sangat menentukan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi ujian.
“Ujian bukanlah akhir, melainkan pintu pembuka menuju masa depan. Mari kita kawal proses ini dengan penuh kasih sayang dan motivasi.” — Eva Fitriyani, S.Pd.Gr (Wakasek Kurikulum)













