Ketungau Tengah, 21 Desember 2025 – Salah satu murid berprestasi SMP Negeri 1 Ketungau Tengah, Syahla Salwa, berhasil mengikuti Olimpiade Genomik Indonesia (OGI) 2025, sebuah ajang bergengsi yang menjadi pionir olimpiade genomik di Indonesia. Kompetisi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap ilmu genomik, sekaligus mendorong perkembangan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di tanah air.
OGI diselenggarakan melalui kolaborasi antara Regene Academy, divisi edukasi dari perusahaan bioteknologi terkemuka Regene Genomics, dan Indonesia Mengajar, organisasi nirlaba yang telah membangun ekosistem pendidikan di lebih dari 275 desa terpencil. Kompetisi ini menghadirkan pengalaman belajar sains yang inovatif, interaktif, dan mendalam, sehingga peserta tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami penerapan genomik dalam kehidupan nyata.
Syahla Salwa menjadi salah satu peserta yang lolos seleksi berkat semangat belajar dan ketertarikannya pada bidang bioteknologi. Partisipasi ini menunjukkan bahwa murid SMP Negeri 1 Ketungau Tengah mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang ilmu pengetahuan yang sangat mutakhir.
Kepala sekolah menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Syahla. “Kami berharap pengalaman ini menjadi inspirasi bagi murid lain untuk terus mengembangkan minat di bidang sains dan teknologi,” ujarnya.
Dengan mengikuti OGI 2025, Syahla tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga membuka jalan bagi generasi muda Ketungau Tengah untuk mengenal lebih jauh tentang genomik dan perannya dalam masa depan kesehatan dan teknologi.













