Sintang, Kalimantan Barat — Pada 25 Agustus 2025, Gedung PGRI Sintang menjadi saksi semaraknya lomba story telling tingkat kabupaten yang diikuti oleh 14 kecamatan se-Kabupaten Sintang. Setiap kecamatan mengirimkan satu peserta terbaik untuk membawakan cerita nusantara, sebagai bentuk pelestarian budaya dan penguatan literasi.
Salah satu peserta yang tampil adalah Syahla Salwa, murid dari SMPN 1 Ketungau Tengah, yang mewakili Kecamatan Ketungau Tengah. Dalam penampilannya, Syahla membawakan cerita rakyat berjudul “The Crying Stone”, sebuah kisah penuh pesan moral yang berasal dari Kalimantan Barat.
Cerita-cerita yang dibawakan oleh peserta sangat beragam, mulai dari Bawang Merah Bawang Putih, Danau Toba, Apang Seamangai, hingga kisah-kisah lokal lainnya yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia. Penampilan para peserta dinilai berdasarkan ekspresi, penguasaan cerita, intonasi, dan kemampuan menyampaikan pesan kepada audiens.
Meskipun Syahla belum berhasil meraih juara, penampilannya tetap mendapat apresiasi dari guru dan peserta lain atas keberanian dan semangatnya dalam membawakan cerita daerah. Juara 1 diraih oleh SMP Karya Bangsa, sementara juara 2 diraih oleh SMPN 1 Sintang.

Guru pembimbing, Khoirun Nisa, S.Pd menyampaikan bahwa pengalaman ini sangat berharga bagi Syahla. “Kami bangga atas keberanian Syahla tampil di panggung kabupaten. Ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal belajar, berani tampil, dan mencintai budaya sendiri,” ujarnya.
Lomba ini diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi, kecintaan terhadap budaya lokal, dan keterampilan berbicara di depan umum bagi pelajar di Kabupaten Sintang.












