Siswa SMPN 1 Ketungau Tengah kembali menunjukkan kreativitas dan inovasinya melalui proyek pembuatan prototipe rumah adat Dayak hemat energi yang dilengkapi dengan panel surya. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengambilan nilai praktek pembelajaran IPA dengan materi “Penggunaan Energi Alternatif”, yang diampu oleh Ibu Khoirun Nisa, S.Pd., Gr. Proyek ini menjadi contoh nyata penerapan metode STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
Dalam kegiatan ini, peserta didik diajak untuk mengobservasi situasi nyata di sekitar mereka, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) yang masih mengalami ketiadaan listrik. Dari hasil observasi tersebut, mereka mulai menggali informasi mengenai cara membuat rumah dengan panel surya sebagai solusi energi terbarukan. Langkah-langkah ini dimulai dengan pencarian data, perancangan rangkaian panel surya, hingga pembuatan prototipe rumah adat Dayak yang dipadukan dengan teknologi energi alternatif.

Proses pembuatan prototipe ini melibatkan uji coba berulang, di mana siswa kemudian melakukan perbaikan dan inovasi dengan menambahkan kincir angin sebagai sumber energi alternatif tambahan. Penerapan metode STEM ini mengajarkan siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah berdasarkan tantangan nyata di sekitar mereka.
Kepala Sekolah SMPN 1 Ketungau Tengah, Seri Dahlia Rosnita, S.Th., menyambut baik inisiatif ini. Beliau mengapresiasi proyek tersebut karena tidak hanya mengenalkan siswa pada teknologi energi terbarukan, tetapi juga mengintegrasikan pembelajaran dengan kebudayaan lokal. “Dengan proyek ini, siswa tidak hanya belajar tentang sains dan teknologi, tetapi juga diingatkan kembali akan pentingnya budaya kita. Ini adalah salah satu cara untuk menjaga warisan budaya agar tidak terkikis oleh zaman, sambil memanfaatkan pembelajaran IPA secara optimal,” ujar Kepala Sekolah.
Proyek ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus berinovasi serta menumbuhkan kesadaran mereka akan pentingnya melestarikan budaya lokal dengan menggabungkan pengetahuan modern. Prototipe rumah adat Dayak hemat energi yang dibuat oleh siswa SMPN 1 Ketungau Tengah ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis STEM mampu menciptakan generasi muda yang kreatif, tanggap terhadap permasalahan di sekitar, dan peduli terhadap pelestarian lingkungan serta budaya.













